Jumat, 26 Februari 2016

TRIK MELEMBUTKAN DAGING

Daging termasuk salah satu menu favorit keluarga Indonesia. Memiliki tingkat protein, zat besi dan kalsium yang tinggi dan sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia, daging pun sangat baik untuk pertumbuhan dan pemeliharaan otot. Banyak jenis daging yang sering digunakan oleh masyarakat, seperti ayam, sapi, kambing, dan bebek. Dan tantangan pun di mulai ketika kita mulai mengolah daging. Bagaimana kita bisa mengolah daging supaya tidak alot?

DAGING BEKU LEBIH MUDAH EMPUK

Daging yang beku, lebih mudah untuk empuk ketika diolah ketimbang dengan daging yang baru. Cara ini ternyata sangat efektif dipakai oleh beberapa rumah steak untuk melayukan dagingnya sehingga daging menjadi lebih mudah untuk diolah. Selain itu, pembekuan daging ini pun merupakan cara untuk mengawetkan daging agar bisa bertahan lebih lama. Pembekuan ini juga salah satu cara yang dilakukan oleh para pengusaha kuliner steak supaya tetap mendapatkan nilai gizi dari daging yang akan mereka olah.

Daging yang layu warnanya memang hampir sama dengan daging busuk. Namun ada perbedaan yang cukup signifikan, yaitu baunya. Daging yang mengalami pembusukan akan tercium tidak enak. Namun daging layu tidak memiliki bau busuk. Daging yang layu ini merupakan daging yang terkena proses pendinginan selama beberapa saat. 

BAHAN ALAMI PELUNAK DAGING

Ada beberapa bahan alami yang sering kali digunakan untuk melunakkan daging:
  • Soda Kue. Dengan perbandingan 1:1, maksudnya adalah 1 kg daging sapi diaduk dengan 1 sendok makan soda kue, lalu biarkan selama 20 menit dan daging pun siap diolah. Soda kue terbukti mampu mengurai protein daging sehingga membuatnya lebih empuk.
  • Daun Pepaya. 1 kilogram daging sapi, dibungkus dengan 3-4 lembar daun pepaya yang cukup lebar dan sudah dimemarkan tulang daunnya. Daun pepaya digunakan secara terbalik. Daging harus dibungkus oleh daun pepaya secara rapat dan didiamkan selama 1 jam.
  • Jus jeruk, wine atau cuka. Cairan yang asam mampu melembutkan otot dan serat daging sekaligus menambah rasa dari si daging. 
  • Nanas. Parutan buah nanas dapat digunakan sebagai pelembut daging. Namun jangan dipakai terlalu banyak karena parutan buah nanas bersifat sangat keras. Jika dipakai terlalu banyak dapat membuat daging hancur.
  • Cola. Mungkin aneh mendengar cola bisa dijadikan sebagai pengempuk daging. Namun hal ini ternyata masuk akal melihat kandungan asam pada cola yang dapat menjadi katalis sebagai pengempuk daging.
  • Jahe. Enzim proteolitik yang terkandung dalam jahe berfungsi untuk mengurai ikatan protein dalam daging sehingga menjadi lebih empuk.

Kamis, 25 Februari 2016

STEAK BARAT ALA JAWA

Steak, identik dengan makanan ala Barat. Disajikan dengan kebarat-baratan dan restorannya pun dibuat semodern mungkin. Lalu, bagaimana jika steak dibuat ala jawa? Apakah perpaduan ini bisa menggugah selera para penikmat steak Indonesia?

BERDIRINYA JAVA STEAK

D'Java Steak Purwokerto, mungkin dahulu lebih di kenal dengan nama Java Steak. Berdiri sejak tahun 2008, Java Steak yang kini telah berganti nama menjadi D'Java Steak telah di kenal oleh para pecinta masakan ala barat dan para pecinta hidup sehat. Berdiri karena sang pencetus memiliki 3 orang anak yang gemar makan daging dan lihai melihat pangsa pasar terhadap makanan ala barat ini.

Si Pencetus pun memutuskan harus berinovasi dengan makanan ala barat ini agar bisa diterima oleh lidah masyarakat Indonesia, terlebih jakarta dan sekitarnya. Terlahirlah JAVA STEAK dengan logo berwarna merah yang menurut perhitungan cina bermakna akan memberi kesenangan, begitu pula si pencetus yang tak ingin disebut namanya ini. Beliau ingin para penikmat steak di JAVA STEAK mendapat experince yang luar biasa menyenangkan saat menyantap steak miliknya.

Di awal berdirinya, JAVA STEAK hanya memiliki beberapa menu utama saja. Namun semakin berjalannya inovasi sang pencetus, kini JAVA STEAK telah memiliki banyak menu utama dengan berbagai macam pilihan saus steak yang menjadi favorit. Para penggemar steak pun semakin merasa di manjakan dengan kehadiran menu-menu baru seperti wagyu steak.
Awal berdirinya, JAVA STEAK berlokasi di Kelapa Gading. Foto oleh bluefame


STEAK NOMOR DOEA

Java Steak yang kini bernama D'JAVA STEAK boleh berbangga atas kesuksesannya kini. Telah berganti nama dan berpindah dari kota Jakarta ke Purwokerto dengan fasilitas tempat yang lebih WOW ternyata tak membuat D'JAVA STEAK kehilangan identitas dirinya di Jakarta. Sampai saat ini, D'JAVA STEAK masih belum membuka cabangnya kembali di Jakarta, namun si pencetus berjanji untuk para penggemar steak di Jakarta, jangan gelisah karena D'JAVA STEAK akan bisa dinikmati sebentar lagi di Jakarta.

Sedikit berbincang dengan si pencetus, kenapa D'JAVA STEAK mempunyai tagline lucu. STEAK NOMOR DOEA. Jawaban dari si pencetus pun tak kalah lucu dari tag linenya.

"Soalnya yang nomor satunya belum ketemu. Nanti kalau ketemu, kabarin yah ke saya. Saya mau tanya resepnya dia."

D'JAVA STEAK ini berani mengklaim dirinya sebagai steak terenak nomor dua pun tak hanya ucap tanpa bukti. Beberapa testimoni dari pelanggan pun memang menunjukan tingkat kepuasan yang tinggi atas hidangan mereka.
sumber :http://www.tripadvisor.com/

MENU FAVORIT?? SEMUA!!

Ketika di tanya, apa menu favorit di restoran ini, si pencetus dengan bangga dan tanpa ragu menyebutkan
"Semua favorit. Gak ada yang gak disuka sama orang-orang"

Banyak menu yang ada di restoran steak ala jawa ini, antara lain:
  • Bull Steak
  • Sirloin Steak
  • Tenderloin Steak
  • Salmon Steak
  • Wagyu Steak
  • Chicken Steak
  • Chicken Snitchzel
  • Rib Eye Steak
  • Fish And Chips
  • Chicken Burger
  • Spaghetti Bolognese
Semua steak akan disajikan dengan saus steak. Saus steaknya sendiri pun ternyata ada tiga varian, mushroom sauce, blackpepper sauce dan barbeque sauce. Dan ditambahkan juga kentang yang dapat di pilih kentang goreng atau kentang tumbuk. Sayuran pun dapat diganti menjadi garden salad.


SEJARAH STEAK INDONESIA

Tak hanya kerajaan yang memiliki sejarah. Kehadiran steak sendiri ternyata juga ada sejarahnya. Masuknya steak di Indonesia sebenarnya patut untuk di perbincangkan melihat sisi ketimuran dari negeri kita tercinta namun steak sendiri ternyata merupakan hidangan ala Barat.

ASAL USUL STEAK

Kata 'steak' sendiri sebenarnya berasal dari kata dalam bahasa Skandinavia 'steik' yang ada di pertengahan abad ke-15 atau 'stickna' dalam dialek bahasa Inggris Tengah. Menurut referensi pertama dari The Oxford English Dictionary untuk kata 'steak' merupakan irisan daging tebal yang dipanggang atau digoreng. Dan menurut resep steak pertama yang ditemukan, daging steak yang dibuat merupakan daging rusa atau daging sapi.

Di Indonesia sendiri, steak pada jaman dahulu lebih dikenal dengan nama bistik. Nah masih ingat kalau Indonesia pernah di jajah Belanda? Saya menyimpulkan kehadiran bistik pun mengambil alih cerita sejarah Indonesia, namun tak terungkap. Jaman dahulu, besar kemungkinan bahwa Belanda menurunkan resep steak kepada para kokinya yang sebagian adalah orang Indonesia. Namun karena keterbatasan faktor ekonomi, tentu saja masyarakat Indonesia tak dapat menikmati steak ala Belanda tetapi mereka tetap menyimpan resepnya.

Di Indonesia pun setelah merdeka, terdapat masakan bernama bistik yang menyerupai steak ala Belanda ini. Berupa irisan daging sapi yang diberikan pelengkap berupa kentang goreng dan sayuran lalu diberikan kuah.
Bistik jawa lebih dikenal dengan nama Selat Solo

PERKEMBANGAN STEAK

Kini steak sudah menjadi gaya hidup. Tak lagi menjadi makanan yang hanya bisa di konsumsi oleh masyarakat menengah keatas dengan harga selangit. Dan lagi, saat ini banyak rumah makan steak dengan harga miring yang berada di pinggir jalan sehingga semua kalangan pun bisa menikmati steak.
Sadar dengan gaya hidup sehat pun menjadi faktor perkembangan dunia bisnis untuk para pengusaha steak. Dimana makanan fast food kita kurang menjadi minat bagi para penggemar hidup sehat sehingga mereka lebih memilih untuk merogoh kocek lebih dalam dan menikmati steak ketimbang fast food.
Para pengusaha steak ini pun tak henti berinovasi. Kini mereka tak hanya sekedar menyajikan steak biasa seperti jaman dulu. Mereka berinovasi dengan rasa dan bentuk. Tak hanya menggunakan daging sapi saja, steak yang beredar dan menjadi idola sekarang sudah meliputi bull steak, wagyu steak, salmon steak dan masih banyak lagi lainnya.


STEAK CAN MAKE YOU HAPPY

Steak termasuk dalam western food (makanan barat) yang cukup di gemari belakangan ini. Tak hanya oleh kalangan atas, Steak seyogyanya juga dikenal oleh berbagai lapisan masyarakat. Bahkan kini sudah mulai bermunculan rumah makan steak dengan model pinggir jalan dan harga terjangkau. Namun, kita perlu tahu bagaimana tingkat mutu dan kualitas serta kebersihannya.

STEAK CAN MAKE YOU HAPPY. Yes, it's TRUE. Setelah lelah bekerja, setidaknya sebulan sekali. Pernah kah kita berpikir, "kayanya makan steak enak nih". Steak adalah cara termanis untuk menghargai tubuh kita atas segala kelelahan yang terjadi selama sebulan penuh. Dan saat gaji datang, kenapa kita tidak sedikit memberi penghargaan pada tubuh dengan makan makanan yang enak seperti steak? Tapi ingat, pilih tempat yang benar-benar mengerti Anda.


APAKAH STEAK?

Steak adalah potongan daging bisa berupa ayam, sapi sampai ikan. Biasanya bagian dari ayam yang sangat khas untuk steak adalah bagian dada ayam yang memiliki banyak daging. Di sapi, banyak bagian tubuh sapi yang di gunakan untuk steak, seperti tenderloin, sirloin, rib dan masih banyak lagi lainnya. Memasaknya pun bisa dengan di panggang atau di goreng. Semua memiliki peminatnya masing-masing.
Chicken Steak biasa dimasak dengan di grill

JENIS STEAK DAN PENGERTIANNYA

Ada beberapa jenis steak yang terkenal belakangan ini. Dan masing-masing orang pun memiliki pilihan sendri tentang menu steak yang disukainya.

  • Sirloin Steak ini lebih dikenal dengan nama daging has luar. Letak sirloin dekat dengan otot sapi yang digunakan untuk bergerak. Serat dagingnya lebih banyak, maka dari itu rasanya agak sedikit kenyal. Biasanya sirloin ini disajikan dengan sedikit potongan lemak di sekitarnya. Diantara semua steak, sirloin memiliki rasa yang paling gurih karena lemaknya.
  • Ternderloin Steak dikenal sebagai daging yang memiliki kelembutan ekstra. Rasanya lebih manis dibanding dengan sirloin. Serat dagingnya sedikit sehingga membuat tenderloin banyak digemari oleh kaum wanita. 
  • Rib Eye Steak merupakan daging yang diambil dari bagian dekat tulang rusuk. Kandungan lemaknya paling sedikit diantara tenderloin dan sirloin steak. Namun rasanya tak kalah lembut dari tenderloin dan tak galah gurih dibanding sirloin.
  • Wagyu Steak ini merupakan daging steak yang memiliki pola marmer. Biasanya daging wagyu berasal dari sapi jantan yang memiliki lemak tak jenuh. Daging wagyu ini dikenal memiliki kandungan omega-3 dan omega 6 yang lebih tinggi daripada daging sapi pada umumnya. Dan, harganya lebih mahal juga.
  • Chicken Steak ini dibuat dari dada ayam yang tidak bertulang. Dibuat dengan cara di panggang atau di bakar. Biasanya para atlit lebih menggemari menu ini dibanding menu lainnya. Dan lebih enak jika dimakan bersama dengan teman sejawatnya, mashed potato atau kentang tumbuk.
  • Chicken Schnitzel dibuat dengan cara digoreng dan sebelumnya daging dada ayam tanpa tulang ini akan dilapisi dengan tepung roti. Meni ini paling ramah untuk segala usia. Dan merupakan kegemaran anak-anak karena rasanya yang unik.

Wagyu steak with blackpepper sauce

TINGKAT KEMATANGAN STEAK

  • Well Done ini banyak di gemari oleh orang-orang. Tingkat kematangan paling sempurna.Namun kekurangannya adalah, daging steak sudah tak juicy lagi. Karena telah matang dengan sempurna, biasanya daging steak akan terasa lebih kenyal dan dari segi tekstur warna, daging steak akan berwarna cokelat dan terlihat kering.
  • Medium Rare digemari oleh masyarakat Eropa. Daging steak masih berwarna merah pada bagian tengahnya dan masih sangat juicy sehingga pas sekali jika di sajikan dengan red wine atau white wine.
  • Medium merupakan pilihan yang sangat menarik. Kebanyakan penggemar steak akan memilih daging mereka dimasak secara medium. Daging bagian dalam masih agak kemerahan dan sangat juicy. Aroma daging bakarnya pun masuk sampai ke dalam daging sehingga tingkat kematangan merupakan tingkatan sempurna bagi penggemar steak.
  • Medium Well paling pas dengan lidah masyarakat Indonesia. Dan tak jarang, orang yang baru mencoba steak dengan tingkat kematangan ini akan ketagihan dengan steak. Memiliki perpaduan antara keempukan daging dan juicy sehingga tingkat kematangan ini bisa memberikan Anda tingkat kelezatan sepenuhnya dan kebahagiaan tiada tara.